Sabu-sabu Seberat 80,85 Gram Disembunyikan di Tempat Sampah
(Kasat Reskoba Polres Kukar Iptu Encek Indrayani)
TENGGARONG, Polres Kukar telah menetapkan DA
(45) warga jalan Gunung Belah Gang Amanah II Tenggarong, sebagai tersangka pelaku
tindak pidana penyalahgunaan narkotika. Tersangka diduga menjadi pengedar
narkoba jenis sabu sabu.
Saat penggeledahan dirumah pelaku yang
dilakukan oleh Tim Satreskoba Polres Kukar pada sabtu (27/2/2021) lalu, petugas
menemukan sabu sabu seberat 80,85 gram, dimana sabu sabu tersebut di sembuyikan
di tempat sampah yang bercampur dengan pembalut bekas.
“Penggeledahan dilakukan sekitar pukul 17.00
Wita di rumah pelaku di Jalan Gunung Belah Gang Amanah II Tenggarong, waktu itu
di dalam rumah hanya 1 orang saja, saat digeledah petugas mendapati sabu sabu
di kamar mandi, dalam tempat sampah yang bercampur dengan pembalut bekas"
Kata Kapolres Kukar AKBP Irwan Masulin Ginting melalui Kasat Narkoba IPTU Encek
Indrayani kepada media di Polres Kukar, Senin (1/3/2021).
Jumlah sabu yang ditemukan itu ada 19 poket berbagai
ukuran yang siap edar dengan berat 80,85 gram, dimana pelaku sengaja
menyembunyikan sabu sabu tersebut bercampur dengan pembalut agar tidak di
ketahui orang lain.
"Selain 19 poket berbagai macam ukuran
Narkotika jenis sabu-sabu berat kotor 80,85 gram yang kita amankan, juga 1
timbangan digital,1 sendok takar, 1 alat hisap sabu / bong lengkap dengan pipet
kaca, 1 korek api, 1 dompet, 1 plastik, Uang Rp.1.000.000, 1 unit HP merk
Oppo" katanya.
Pelaku dikenakan Pasal 114 Ayat (2) Jo Pasal
112 ayat (2) UURI No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman
minimal 10, 20 tahun penjara bahkan sampai seumur hidup.
Sementara itu menurut pengakuan DA, ia
sengaja menyimpan sabu sabu tersebut bercampur dengan pembalut bekas, supaya
tidak ada orang lain yang curiga.
"Sebelumnya juga
saya sudah pernah tertangkap dengan kasus yang serupa yaitu pengedar dan
pemakai narkoba, pada 2019 lalu masa hukuman sudah selesai, dan saat ini masih
melakukan kegiatan yang serupa, karena faktor ekonomi yang tidak mencukupi"
ucapnya.(*riz/poskotakaltimnews.com)